Terjemahan bebas dari materi oleh:
Morton C. Orman, M.D
Bagi setiap orang, berbicara publik adalah penyebab stress yang sudah umum.
Banyak dari kita yang lebih suka menghindari berbicara di depan publik. Namun
demikian, trik ini sulit dilakukan karena dalam faktanya, ada banyak sekali
aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari, yang justru menuntut kita tampil di
depan publik dan berbicara. Lebih jauh lagi, jika kita ingin mencapai prestasi
yang lebih tinggi, menjadi pemimpin atau meningkatkan pencapaian dalam hal
apapun di dalam hidup kita, kita diharuskan untuk berbicara di depan sekelompok
orang.
Inilah yang BENAR tentang public speaking: Ia tidak perlu menjadi sumber
stress!
Jika Anda bisa memahami dengan benar sebab-sebab di belakang stress yang
menyertai bicara Anda, dan jika Anda bisa memahami prinsip-prinsip di bawah
ini, bicara publik bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Anda.
PENTING: Mulailah dari prinsip yang paling logis bagi Anda! Lainnya, nanti akan
mengikuti.
PRINSIP I: BICARA PUBLIK TIDAK TERCIPTA DENGAN MEMBAWA STRESS
Sebagian besar dari kita sudah terlanjur percaya, ada banyak stress yang kita
bawa sejak lahir. Malah, kita diajari bahwa hidup ini sendiri penuh dengan
stress. Ini tidak benar.
Hidup, termasuk fenomena berbicara, tidak diciptakan dengan membawa stress di
dalamnya. Ada ribuan - mungkin jutaan orang yang berhasil mengatasi stress saat
akan atau sedang berbicara di depan publik. Kemampuan ini adalah kemampuan
manusiawi. dan ingat, Anda adalah manusia. Jika mereka bisa, Anda juga pasti
bisa!
Saya adalah satu contoh dari ribuan orang itu. Saya tidak mencapainya dalam
semalam, tapi Saya mencapainya. Apa yang Saya lakukan, adalah dengan memilih
pendekatan yang tepat bagi Saya.
PRINSIP II: ANDA TIDAK PERLU BRILIAN ATAU SEMPURNA UNTUK MENCAPAI SUKSES
Banyak dari kita sering melihat public speaker yang bagus. Kita mengatakan,
"Wow, kayaknya Saya nggak bakal pernah bisa kayak begitu..." Anda
keliru. Anda hanya perlu menjadi rata-rata seperti juga banyak orang lain. Anda
boleh melakukan kesalahan, Anda boleh terselip lidah, atau melupakan poin-poin
yang akan disampaikan. Anda, bahkan bisa berbicara tanpa humor sama sekali dan
tetap SUKSES!
Semuanya tergantung pada bagaimana Anda dan audience Anda mendefinisikan
"sukses". Percayalah, audience Anda tidak menuntut kesempurnaan.
Jadi, Anda tidak perlu menyiksa diri. Latihan adalah wajib, tapi tidak perlu
berlebihan.
Esensi dari bicara publik adalah ini: memberi nilai kepada audience.
Jika audience pulang dengan membawa nilai yang Anda sampaikan, maka menurut
mata audience, Anda sudah SUKSES. Jika mereka pulang dengan merasa lebih baik,
merasa bisa lebih mampu menghadapi pekerjaan dan hidup, Anda sudah SUKSES. Jika
mereka pulang dengan senang dan terhibur, maka mereka menganggap bahwa waktu
yang mereka habiskan bersama Anda adalah sangat bernilai bagi mereka. Sekalipun
dalam bicara Anda, Anda melakukan berbagai kesalahan yang manusiawi.
Mereka bahkan tidak membutuhkan rasa enak atau nyaman untuk melabel Anda
SUKSES. Termasuk, jika Anda mengkritik seseorang yang tidak membuatnya nyaman
saat itu, tapi kemudian ia menyadarinya setelah waktu berlalu.
PRINSIP III: ANDA HANYA PERLU DUA ATAU TIGA POIN
Audience hanya dapat mengingat, mencerna dan mengendapkan sedikit saja dari apa
Anda bicarakan.
Saya pernah berbicara dengan skrip 20 halaman. Sejalan dengan waktu, Saya
mengetahui bahwa skrip Saya hanya perlu 5 halaman. Begitu pula, dari 15 cue
card pada bicara Saya yang pertama, kini ternyata hanya dibutuhkan satu saja.
Hanya tiga poin yang dapat merubah hidup mereka. Prinsip ini akan membuat
bicara publik menjadi mudah dan tentu saja, fun!
PRINSIP IV: ANDA PERLU ALASAN YANG TEPAT UNTUK BICARA
Prinsip ini amat penting. Tidak benar jika Anda selalu berpikir bahwa jika Anda
akan berbicara, apa yang hendak Anda capai adalah audience yang sepakat dengan
isi kepala Anda. Keragaman manusia adalah hal yang biasa. Makn banyak kepala,
makin kaya ragamnya. Dan mereka, datang dengan pendapat, reaksi dan
penilaiannya sendiri-sendiri. isa positif, dan bisa negatif. Ini soal biasa.
Jangan berharap setiap orang dari audience, akan mencintai Anda. Alasan yang
terbaik untuk bicara adalah: memberi NILAI kepada audience. GIVE NOT GET!
Apapun yang akan Anda sampaikan, Anda harus GIVING dan bukan GETTING. Jika Anda
bicara bagus, Anda akan mendapatkan ketenaran, respek, sales, klien baru,
bisnis baru dan sebagainya. Tapi ingat, jangan pernah jadikan hal-hal semacam
ini sebagai alasan. Jika Anda melakukannya, Anda melakukan KESALAHAN TERBESAR
dalam dunia bicara. Mungkin akan ada orang yang tetap menolak
"pemberian" Anda. Tapi sekali lagi, itu soal biasa.
PRINSIP V: JANGAN ANGGAP DIRI ANDA SEBAGAI PUBLIC SPEAKER
Ini seperti paradoks. Tapi begitulah adanya. Jika kita berpikir bahwa kita
adalah publik speaker, Anda akan segera membebani diri seberat-beratnya.
Rahasianya, adalah dengan mengingat bahwa Anda hanya perlu menjadi diri Anda
sendiri. Beri izin pada diri Anda sendiri untuk tampil apa adanya, untuk maju
dengan tanpa beban, dan untuk bicara tanpa hambatan. Tanpa jaim, tanpa topeng.
Dengan begitu, Anda punya peluang untuk tampil dengan berbagai sisi dari diri
Anda. Kehebatan seorang publik speaker adalah kehebatan dalam menjadi DIRI
SENDIRI.
PRINSIP VI: RENDAH HATI DAN HUMOR AKAN MEMBANTU ANDA
Siapa yang tidak pernah tersenyum? Humor adalah bahasa yang paling universal.
Setiap orang memahaminya, tahu rasanya, dan tentu saja: menikmatinya. Gunakan
bahasa universal ini, dan Anda tahu, Anda pasti pernah bercanda.
Menjadi rendah hati, adalah menjadi diri sendiri, menjadi manusiawi, dengan
segala kelemahan, keterbatasan, dan berbagai kesalahan -- yang manusiawi tentu
saja. rendah hati akan menaikkan kredibilitas Anda, menaikkan rasa percaya
kepada Anda sebagai manusia. Anda akan menuai respek, Anda akan lebih mudah
untuk connect. Untuk ini, Anda tidak perlu berpura-pura. Rendah hatilah dengan
sesungguhnya.
PRINSIP VII: SAAT BICARA, TIDAK ADA "HAL BURUK" YANG AKAN TERJADI
Jika Anda berbicara, apa itu membuat Anda pingsan? Menjadikan Anda bodoh?
Membuat karir Anda rusak atau hancur? Meruntuhkan langit? Membuat dunia kiamat?
TIDAK! Mungkin Anda mengkhawatirkan audience akan keluar satu-persatu, dan
dalam 10 menit semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing. Dalam faktanya,
ini amat-sangat jarang terjadi. Dan jika ini akan mungkin terjadi, Anda tetap
bisa menyiapkan berbagai strategi. Secara alamiah Anda akan melakukannya.
Apapun yang terjadi, Anda tetap bisa berhenti dan mengassess situasi. Dan ini,
akan membuat Anda tetap dihargai oleh audience yang tersisa. Lebih dari itu,
Anda bisa belajar bagaimana caranya mempengaruhi orang lain agar tetap duduk
selama Anda bicara.
PRINSIP VIII: ANDA TIDAK PERLU MENGONTROL PERILAKU AUDIENCE
Mereka manusia dengan segala atribut dan karakternya. Biarkan saja. Anda tidak
bisa mengontrolnya. Yang perlu Anda pelajari, adalah menanganinya.
Ada hal yang lebih penting untuk Anda kontrol, yaitu pikiran Anda sendiri,
persiapan Anda sendiri, organisasi dan urut-urutan presentasi Anda sendiri, dan
seterusnya. Apapun yang mereka lakukan, adalah "sempurna" bagi Anda
yang pembicara.
PRINSIP IX: TERLALU BANYAK PERSIAPAN AKAN MAKIN BURUK HASILNYA
Persiapan itu perlu, tapi hanya seperlunya. Anda bukan akan menghafal. Anda
akan berbicara. Anda tentu tidak menginginkan setiap kata akan mendapatkan
tepuk tangan. Dan jika Anda memaksa, Anda bisa gila. Apa yang terpenting,
adalah Anda menguasai subjeknya. Salah satu cara terbaik, adalah dengan meningkatkan
jam terbang Anda.
PRINSIP X: AUDIENCE INGIN ANDA SUKSES
Hampir seluruh audience tahu apa yang Anda rasakan. Mereka juga pasti gugup dan
takut jika berbicara publik. Dengan pengetahuan itu, mereka lebih respek kepada
Anda yang dengan berani maju ke muka dan tampil bicara. Mereka menghargai Anda,
mereka mendukung Anda. Untuk sukses dan berhasil.
Selanjutnya, Anda hanya perlu latihan dan latihan. Ambil kesempatan
sebanyak-banyaknya. Maju dan bicaralah!