Pasang Iklan Murah
pasang banner
SMK SULTAN AGUNG MOJOKERTO

Jumat, 28 Juni 2013

PERANGKAT PEMBELAJARAN

1. KALENDER PENDIDIKAN
2. SILABUS
3. PROGRAM SEMESTER
4. RPP
5. PROGRAM TAHUNAN
6. KKM
7. KISI-KISI ULANGAN HARIAN
8. KARTU SOAL
9. KARTU TELAAH SOAL
10. KUNCI JAWABAN
11.PEDOMAN PENSEKORAN
12. BUKU DAFTAR NILAI
13. PROGRAM REMIDI /PENGAYAAN
14. BUKU AGENDA GURU
15. JADUAL TATAP MUKA
16. BUKU ABSENSI SISWA

Rabu, 26 Juni 2013

Mendengar Lebih baik dan efektif


"Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut, supaya kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara."
-- N.N. --
"When I am getting ready to reason with a man, I spend one-third of my time thinking about myself and what I am going to say and two-thirds about him and what he is going to say."
-- Abraham Lincoln --

Pernahkan Anda mendengar ini: "Pembicara yang baik adalah pendengar yang terbaik."?
Mendengar, ternyata bukan hanya "masuk kiri keluar kanan" atau sebaliknya. Mendengar ternyata benar-benar mencoba memahami apa yang dikatakan orang lain. Mendengar adalah sebuah proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan, refleks atau insting. Mendengar adalah upaya untuk menghubungkan titik-titik yang kadangkala menyatakan pesan-pesan yang tersembunyi.
Stephen Covey si pengarang "Seven Habits" itu, mengungkapkan "most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply". Mendengar dengan lebih baik secara nyata akan membuka kemungkinan munculnya berbagai peluang baru.
Anda mungkin mengalami penyakit kesulitan mendengar. Berikut ini adalah intisari dari sebuah buku berjudul "Back-To-Basics Listening" karangan Kevin J Murphy yang juga menulis buku "Effective Listening". Ia adalah seorang pentolan dari Effective Listening Institute.
Ada lima kendala dalam proses mendengar. Semua kendala ini akan menjadikan proses mendengar menjadi tidak efektif. Kelima kendala itu adalah:
- Preoccupation
- Preconceived ideas
- Talking too much
- Thinking of responses, dan
- A lack of interest.
Proses mendengar akan menjadi lebih efektif jika kita berhasil mengatasi kendala-kendala di atas. Kendala-kendala itu bisa muncul sendiri-sendiri, gabungan atau bersama-sama.


PREOCCUPATION
Preoccupation atau preokupasi, adalah situasi di mana seseorang sedang "sibuk" dengan sebuah urusan lain yang tidak secara langsung berhubungan dengan topik pembicaraan. Sebagai contoh, kondisi ini bisa dialami oleh seorang istri yang ditanya suaminya tentang urusan sekolah anak sementara sang istri itu sedang memelototi film India kesukaannya. Atau, kondisi ini juga bisa dialami oleh seorang rekan kerja yang tengah sibuk mengetik proposal penjualan kemudian ditanya tentang di mana letak ordner penjualan bulan lalu.
Kendala ini berakar pada kekhawatiran alamiah kita berkaitan dengan sesuatu yang harus dikerjakan atau harus diselesaikan. Pada dasarnya, ketidakmampuan kita untuk bersikap rileks dan tetap berkonsentrasi pada saat yang sama akan memunculkan hambatan untuk berfokus pada realitas "di sini" dan "saat ini". Apa yang terjadi dalam situasi ini barulah sebuah proses "mendengar" dan sama sekali belum "menyimak".
Preokupasi adalah kendala terbesar dalam proses mendengar. Beberapa studi menunjukkan bahwa 40% dari waktu kita digunakan untuk memikirkan masa lalu, 40% untuk memimpikan berbagai kejadian di masa depan dan hanya 20% untuk berfokus pada situasi sekarang.
Preokupasi adalah juga sebuah fenomena pelarian sementara dari realitas atau kenyataan.
Dalam situasi yang menekan, kita akan cenderung tenggelam dalam mengingat-ingat masa lalu yang lebih indah dan nikmat.
Kendala ini hanya bisa diperbaiki apabila kita memahami fakta tentang kecenderungan setiap orang untuk terpeleset ke dalam keadaan yang setengah melantur.
Jika anda mengalaminya, kendala ini bisa diatasi dengan beberapa teknik berikut:
1. Lupakan. Bila sesuatu itu tidak terjadi sekarang dan di sini, dan kita tidak bisa menyentuh, merasakan atau memperbaikinya - lupakan saja. Itu sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi. Jika itu memang buruk, petik saja hikmahnya dan perbaiki di masa depan. Jangan buang waktu berjam-jam hanya untuk menebak-nebak. Jika Anda tetap memaksa, maka hal itu hanya akan meningkatkan gejala preokupasi dan menambah frustrasi.
2. Bangun rutinitas. Ketidakpastian di masa depan akan menciptakan kekhawatiran. Ciptakan rutinitas untuk mengurangi beban selalu mengingat-ingat apa yang harus dikerjakan dan kapan mengerjakannya. Cobalah implementasikan hal ini secara harian.
3. Don't sweat the small stuff (Anda mungkin pernah membaca sebuah buku dengan judul ini). Jika mobil Anda sudah tidak pernah dicuci sejak dua bulan yang lalu, ya sudah biarkan saja. Berfokuslah pada hal-hal lain yang jauh lebih penting.
4. Delegasikan. Usahakan orang lain ikut ambil bagian dalam menyelesaikan tugas Anda. Ini akan meringankan beban mental Anda.
5. Buat catatan. Mengingat segala sesuatu sampai ke hal-hal yang kecil adalah beban berat. Sediakan selalu buku kecil atau post-it di dekat Anda untuk keperluan mencatat.
6. Ambil nafas panjang, rileks dan tersenyumlah. Berbagai hal jarang sekali lebih serius daripada apa yang terlihat. Berbagai masalah biasanya lebih berat di kepala daripada di pundak. Dengan hal seremeh ini, kemampuan Anda dalam mendengar akan seratus kali lebih efektif.


PRECONCEIVED IDEAS
Gejala inilah yang melahirkan istilah "pikiran sempit atau cetek", "keras kepala" atau "masuk kiri keluar kanan" atau malah "otak udang" dan "otak di dengkul". Preconceived ideas adalah berbagai ide dan gagasan atau pemahaman yang sudah terlanjur mendominasi pemikiran seseorang. Kendala ini mengakibatkan munculnya penolakan terhadap berbagai input baru ke dalam pemikiran. Kendala ini juga berhubungan dengan ego, rasa tidak nyaman dan kemalasan.
Gejala yang bisa dilihat dari keberadaan kendala ini adalah kecenderungan untuk menggeneralisir dan bereaksi tanpa fakta-fakta yang lengkap. Jelas, hal ini menghambat efektifitas proses mendengar.
Apa yang terjadi, adalah mendengar akan tetapi tidak menyerap informasi yang dibutuhkan dan bereaksi dengan tepat. Jika Anda dihinggapi kendala ini, Anda cenderung tidak suka ditantang dan tidak suka mengubah sikap. Rasa tidak nyaman yang ada pada diri Anda akan menghambat setiap input yang akan mempengaruhi atau merubah rasa nyaman Anda. Anda akan cenderung tidak bisa diakses dan tidak sabaran. Teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Berhentilah mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang tentang Anda dan mulailah mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang.
2. Sediakan waktu dan bertanyalah. Lihatlah proses menerima input sebagai suatu proses belajar yang menyenangkan. Berhentilah memuja status quo. Berhenti mendengar berarti berhenti belajar.
3. Perlakukan tantangan dan komentar orang lain sebagai penghargaan. Tidak perlu takut salah. Jika orang tidak menganggap Anda penting, mereka tidak akan menantang atau berkomentar.
4. Ingatlah bahwa aturan bisa berubah. Sekalipun Anda sudah pernah menghadapinya, tidak berarti Anda masih bermain di arena yang sama. Apa yang tidak Anda ketahui bisa melukai Anda. Segala sesuatu pasti berubah.
5. Berjalanlah agak jauh dengan sepatu orang lain (Anda mungkin perlu membaca buku Edward De Bono tentang hal ini). Belajarlah untuk sensitif.


TALKING TOO MUCH
The more you talks, the less you listen. The more you talks, the less others will listen. Seseorang yang terlalu banyak berbicara cenderung dilatarbelakangi oleh rasa bersalah, takut, khawatir, tidak nyaman atau sifat egois. Orang yang talkoholic merasa bahwa mereka harus bicara, wajib bicara, hanya untuk mendengar dirinya sendiri berbicara.
Efek samping dari berbicara terlalu banyak adalah hilangnya dialog yang penuh arti karena pihak lain yang log out. Orang lain justru akan mengabaikannya. Jika Anda merasa terlalu banyak berbicara, teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Pikirkan dahulu sebelum berbicara. Jika tidak, bicara Anda bisa jadi malah membingungkan. Siapkan kerangka dari poin-poin yang hendak Anda sampaikan. Hindari percampuran isu.
2. Evaluasi signifikansi dari pernyataan Anda. Jika waktu Anda sempit, jangan ungkapkan sesuatu dengan berputar-putar.
3. Biarkan orang lain menguasai forum terlebih dahulu. Anda mendengar, Anda belajar. Dengan mendengarkan orang lain terlebih dahulu, Anda mungkin akan menemukan bahwa pemikiran Anda tidak relevan, tidak cocok atau bahkan memalukan. Seorang pegawai yang akan Anda pecat, jika diberi kesempatan untuk berbicara, mungkin justru akan mengajukan pengunduran diri. Ongkosnya, bisa jadi jauh lebih murah.
4. Kendalikan mulut Anda. Mulut Anda harimau Anda. Segelas minuman di dekat Anda bukan hanya untuk menghilangkan rasa haus. Gelas itu bisa menunda bicara Anda.
5. Bertanyalah. Pertanyaan yang benar dan relevan akan mengatakan pada orang lain bahwa Anda menyimak.
6. Biarkan orang lain jadi bintang panggung. Buatlah orang lain menikmati lampu sorot. Biasakan sharing dengan orang banyak. Lebih mudah mendengarkan dari banyak orang dari pada hanya satu mulut yang harus didengarkan.
7. Makin banyak bicara akan makin banyak mengabaikan. Makin banyak bicara, makin besar kemungkinan salah omong. Jika ragu, lebih baik diam.
8. Batasi waktu. Jika Anda muncul kemudian orang lain bersembunyi atau menghindar, itu mungkin tanda bahwa Anda terlalu banyak berbicara dan kurang mendengarkan. Tunjukkan bahwa Anda punya prioritas lain. Ciri komunikasi yang sehat adalah seimbangnya proses memberi dan menerima informasi. Pembicara harus membuat orang lain mendengar dan pendengar harus membuat orang lain berbicara.


THINKING OF RESPONSES
Kendala ini sering disebut dengan "bigger fish syndrome", yaitu kesulitan untuk menjaga kesinambungan pernyataan. Untuk melanjutkan pernyataan, seseorang biasanya masih dipengaruhi atau diokupasi oleh pernyataan lawan bicara sebelumnya. Bahaya dari kendala ini adalah dampaknya terhadap ego dan hubungan baik.
Anda harus mengetahui apakah pernyataan Anda memperkuat atau malah melemahkan pernyataan Anda yang lain.
Kendala ini berhubungannya dengan kendala "terlalu banyak berbicara". Maka, Anda harus mengukur tingkat kepentingan dan relevansi dari setiap pernyataan Anda. Dalam banyak hal, sindrom "the bigger fish story" akan menciptakan perlombaan bicara yang menyimpang dari maksud awalnya. Lebih jauh lagi, situasi itu akan berkembang menjadi percakapan yang "tulalit".


A LACK OF INTEREST
Kendala ini adalah kendala yang paling susah dijinakkan. Manusia cenderung mengaitkan sesuatu hanya dengan hal-hal yang dimengerti, dengan orang atau dengan sesuatu yang bisa memberi manfaat secara pribadi. Jika sesuatu tidak menarik, Anda cenderung akan mengabaikannya. Padahal, bisa jadi yang tidak menarik itu dapat merubah nasib Anda.
Adalah lebih mudah untuk mendengarkan tentang kenaikan gaji atau kenaikan penjualan. Mengapa? Sebab hal-hal itu memang lebih mudah dimengerti dan mempunyai akibat langsung yang bisa diukur.
Kendala ini hanya muncul apabila Anda beranggapan bahwa pesan yang disampaikan, bahkan pengantar pesan itu sendiri, adalah tidak penting atau tidak relevan.
Jika Anda tidak memiliki ketertarikan, maka Anda tidak akan mendengarkan. Dan satu hal lagi, itu pasti kelihatan. Sinyal itu akan menunjukkan bahwa Anda kurang respek terhadap pernyataan orang lain.
Jika Anda belum bisa berbicara sistematis, atau jika Anda sering mengalami kekakuan dalam pembicaraan, atau jika Anda sering mengalami keheningan dalam pembicaraan karena Anda tidak tahu apa lagi yang harus dibicarakan, atau jika Anda sering berbicara hal-hal yang sebenarnya di luar konteks, teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Carilah kesamaan dan persamaan. Setiap orang pasti memilikinya. Hampir semua orang pasti punya anak, pernah bersekolah, punya hobi, punya keluarga atau mungkin suka berolahraga. Bicaralah tentang semua itu. Hasilnya, Anda akan semakin akrab.
2. Bertanyalah dalam rangka belajar. Anda bisa mendalami pemahaman orang lain dengan bertanya. Sekaligus, ini adalah salah satu cara untuk menemukan kesamaan dan persamaan.
3. Hargai orang lain sebagai dirinya, jangan pekerjaannya. Artinya, Anda juga perlu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi orang lain. Mungkin, Anda adalah seorang eksekutif puncak. Akan tetapi jika ada kondangan, mungkin Anda harus tetap memakai batik atau baju koko.
Mendengar ternyata tidak mudah. Tidak mendengar, Anda tidak belajar. Tidak mendengar dengan lebih baik, Anda tidak makin pintar.


Selasa, 25 Juni 2013

7 hal yang harus dipahami guru sebelum mengajar

Menjadi Guru tentunya tidak semudah yang dibayangkan, karena Guru adalah panustan siswa. Nah untuk menjadi guru yang profesional maka Mengajar itu tidak hanya fokus pada pembelajaran saja, namun ada langkah-langkah atau point-point penting sebelum mengajar. Dan langkah-langkah ini yang kebanyakan bisa menjadikan kita menjadi Guru yang profesional. Adalah seorang John Milthon Gregory, penulis buku "Tujuh Hukum Mengajar". Buku ini tampaknya perlu dibaca oleh guru dan calon guru sebelum mereka mengajar. Berikut adalah ringakasan dari kejutuh hal yang harus diperhatikan guru tersebut
  1. Siapkan bahan pengajaran dengan mempelajarinya berulang-ulang. Jangan mengandalkan pada apa yang sudah Anda pelajari sebelumnya. Karena apa yang telah kita pelajari barangkali sudah tidak tersimpan dalam ingatan kita alias lupa. Maka menyiapkan bahan pelajaran dengan baik pastilah akan membantu seseorang dalam mengajar
  2. Berusahalah mengaitkan tiap bagian dalam bahan pengajaran tersebut. Buatlah bahan yang sistematis. Umumnya tiap bagian dalam pelajaran selalu dimulai dengan pengertian-pengertian dasar yang sederhana baru ke tingkat pengertian yang tinggi. Mempelajari urutan logis bahan pelajaran dan menyusunnya menjadi sistematis tentulah akan sangat membantu dalam pengajaran.
  3. Temukanlah analogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasan fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa. Khususnya prinsip-prinsip abstrak.
  4. Koneksikan/hubungkan hal yang diajarkan dengan kenyataan sehari-hari yang dialami siswa. Hubungan dengan kehidupan konkrit siswa inilah yang akan membantu siswa memahmi hal yang akan diajarkan.
  5. Gunakan sebanyak mungkin sumber referensi berupa buku-buku atau bahan-bahan yang sesuai, tetapi pahami dahulu sebaik-baiknya sebelum menyampaikan kepada siswa.
  6. Belajar sedikit tetapi mendalam jauh lebih baik daripada belajar banyak tetapi tahu sedikit. Untuk itu, ajari siswa hal-hal yang penting tetapi mendalam daripada mengetahui banyak, tetapi kurang mendalam.
  7. Carilah waktu khusus sebelum berdiri di depan kelas. Persiapan yang mantap, membuat guru percaya diri dan penguasaan materi tidak diragukan lagi.

Menaklukkan gugup dan takut berbicara



                                                     Terjemahan bebas dari materi oleh:
                                                              Morton C. Orman, M.D

Bagi setiap orang, berbicara publik adalah penyebab stress yang sudah umum. Banyak dari kita yang lebih suka menghindari berbicara di depan publik. Namun demikian, trik ini sulit dilakukan karena dalam faktanya, ada banyak sekali aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari, yang justru menuntut kita tampil di depan publik dan berbicara. Lebih jauh lagi, jika kita ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi, menjadi pemimpin atau meningkatkan pencapaian dalam hal apapun di dalam hidup kita, kita diharuskan untuk berbicara di depan sekelompok orang.

Inilah yang BENAR tentang public speaking: Ia tidak perlu menjadi sumber stress!

Jika Anda bisa memahami dengan benar sebab-sebab di belakang stress yang menyertai bicara Anda, dan jika Anda bisa memahami prinsip-prinsip di bawah ini, bicara publik bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Anda.

PENTING: Mulailah dari prinsip yang paling logis bagi Anda! Lainnya, nanti akan mengikuti.

PRINSIP I: BICARA PUBLIK TIDAK TERCIPTA DENGAN MEMBAWA STRESS

Sebagian besar dari kita sudah terlanjur percaya, ada banyak stress yang kita bawa sejak lahir. Malah, kita diajari bahwa hidup ini sendiri penuh dengan stress. Ini tidak benar.

Hidup, termasuk fenomena berbicara, tidak diciptakan dengan membawa stress di dalamnya. Ada ribuan - mungkin jutaan orang yang berhasil mengatasi stress saat akan atau sedang berbicara di depan publik. Kemampuan ini adalah kemampuan manusiawi. dan ingat, Anda adalah manusia. Jika mereka bisa, Anda juga pasti bisa!

Saya adalah satu contoh dari ribuan orang itu. Saya tidak mencapainya dalam semalam, tapi Saya mencapainya. Apa yang Saya lakukan, adalah dengan memilih pendekatan yang tepat bagi Saya.

PRINSIP II: ANDA TIDAK PERLU BRILIAN ATAU SEMPURNA UNTUK MENCAPAI SUKSES

Banyak dari kita sering melihat public speaker yang bagus. Kita mengatakan, "Wow, kayaknya Saya nggak bakal pernah bisa kayak begitu..." Anda keliru. Anda hanya perlu menjadi rata-rata seperti juga banyak orang lain. Anda boleh melakukan kesalahan, Anda boleh terselip lidah, atau melupakan poin-poin yang akan disampaikan. Anda, bahkan bisa berbicara tanpa humor sama sekali dan tetap SUKSES!

Semuanya tergantung pada bagaimana Anda dan audience Anda mendefinisikan "sukses". Percayalah, audience Anda tidak menuntut kesempurnaan. Jadi, Anda tidak perlu menyiksa diri. Latihan adalah wajib, tapi tidak perlu berlebihan.

Esensi dari bicara publik adalah ini: memberi nilai kepada audience.

Jika audience pulang dengan membawa nilai yang Anda sampaikan, maka menurut mata audience, Anda sudah SUKSES. Jika mereka pulang dengan merasa lebih baik, merasa bisa lebih mampu menghadapi pekerjaan dan hidup, Anda sudah SUKSES. Jika mereka pulang dengan senang dan terhibur, maka mereka menganggap bahwa waktu yang mereka habiskan bersama Anda adalah sangat bernilai bagi mereka. Sekalipun dalam bicara Anda, Anda melakukan berbagai kesalahan yang manusiawi.

Mereka bahkan tidak membutuhkan rasa enak atau nyaman untuk melabel Anda SUKSES. Termasuk, jika Anda mengkritik seseorang yang tidak membuatnya nyaman saat itu, tapi kemudian ia menyadarinya setelah waktu berlalu.

PRINSIP III: ANDA HANYA PERLU DUA ATAU TIGA POIN

Audience hanya dapat mengingat, mencerna dan mengendapkan sedikit saja dari apa Anda bicarakan.

Saya pernah berbicara dengan skrip 20 halaman. Sejalan dengan waktu, Saya mengetahui bahwa skrip Saya hanya perlu 5 halaman. Begitu pula, dari 15 cue card pada bicara Saya yang pertama, kini ternyata hanya dibutuhkan satu saja.

Hanya tiga poin yang dapat merubah hidup mereka. Prinsip ini akan membuat bicara publik menjadi mudah dan tentu saja, fun!

PRINSIP IV: ANDA PERLU ALASAN YANG TEPAT UNTUK BICARA

Prinsip ini amat penting. Tidak benar jika Anda selalu berpikir bahwa jika Anda akan berbicara, apa yang hendak Anda capai adalah audience yang sepakat dengan isi kepala Anda. Keragaman manusia adalah hal yang biasa. Makn banyak kepala, makin kaya ragamnya. Dan mereka, datang dengan pendapat, reaksi dan penilaiannya sendiri-sendiri. isa positif, dan bisa negatif. Ini soal biasa.

Jangan berharap setiap orang dari audience, akan mencintai Anda. Alasan yang terbaik untuk bicara adalah: memberi NILAI kepada audience. GIVE NOT GET!

Apapun yang akan Anda sampaikan, Anda harus GIVING dan bukan GETTING. Jika Anda bicara bagus, Anda akan mendapatkan ketenaran, respek, sales, klien baru, bisnis baru dan sebagainya. Tapi ingat, jangan pernah jadikan hal-hal semacam ini sebagai alasan. Jika Anda melakukannya, Anda melakukan KESALAHAN TERBESAR dalam dunia bicara. Mungkin akan ada orang yang tetap menolak "pemberian" Anda. Tapi sekali lagi, itu soal biasa.

PRINSIP V: JANGAN ANGGAP DIRI ANDA SEBAGAI PUBLIC SPEAKER

Ini seperti paradoks. Tapi begitulah adanya. Jika kita berpikir bahwa kita adalah publik speaker, Anda akan segera membebani diri seberat-beratnya. Rahasianya, adalah dengan mengingat bahwa Anda hanya perlu menjadi diri Anda sendiri. Beri izin pada diri Anda sendiri untuk tampil apa adanya, untuk maju dengan tanpa beban, dan untuk bicara tanpa hambatan. Tanpa jaim, tanpa topeng. Dengan begitu, Anda punya peluang untuk tampil dengan berbagai sisi dari diri Anda. Kehebatan seorang publik speaker adalah kehebatan dalam menjadi DIRI SENDIRI.

PRINSIP VI: RENDAH HATI DAN HUMOR AKAN MEMBANTU ANDA

Siapa yang tidak pernah tersenyum? Humor adalah bahasa yang paling universal. Setiap orang memahaminya, tahu rasanya, dan tentu saja: menikmatinya. Gunakan bahasa universal ini, dan Anda tahu, Anda pasti pernah bercanda.

Menjadi rendah hati, adalah menjadi diri sendiri, menjadi manusiawi, dengan segala kelemahan, keterbatasan, dan berbagai kesalahan -- yang manusiawi tentu saja. rendah hati akan menaikkan kredibilitas Anda, menaikkan rasa percaya kepada Anda sebagai manusia. Anda akan menuai respek, Anda akan lebih mudah untuk connect. Untuk ini, Anda tidak perlu berpura-pura. Rendah hatilah dengan sesungguhnya.

PRINSIP VII: SAAT BICARA, TIDAK ADA "HAL BURUK" YANG AKAN TERJADI

Jika Anda berbicara, apa itu membuat Anda pingsan? Menjadikan Anda bodoh? Membuat karir Anda rusak atau hancur? Meruntuhkan langit? Membuat dunia kiamat? TIDAK! Mungkin Anda mengkhawatirkan audience akan keluar satu-persatu, dan dalam 10 menit semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing. Dalam faktanya, ini amat-sangat jarang terjadi. Dan jika ini akan mungkin terjadi, Anda tetap bisa menyiapkan berbagai strategi. Secara alamiah Anda akan melakukannya.

Apapun yang terjadi, Anda tetap bisa berhenti dan mengassess situasi. Dan ini, akan membuat Anda tetap dihargai oleh audience yang tersisa. Lebih dari itu, Anda bisa belajar bagaimana caranya mempengaruhi orang lain agar tetap duduk selama Anda bicara.

PRINSIP VIII: ANDA TIDAK PERLU MENGONTROL PERILAKU AUDIENCE

Mereka manusia dengan segala atribut dan karakternya. Biarkan saja. Anda tidak bisa mengontrolnya. Yang perlu Anda pelajari, adalah menanganinya.

Ada hal yang lebih penting untuk Anda kontrol, yaitu pikiran Anda sendiri, persiapan Anda sendiri, organisasi dan urut-urutan presentasi Anda sendiri, dan seterusnya. Apapun yang mereka lakukan, adalah "sempurna" bagi Anda yang pembicara.

PRINSIP IX: TERLALU BANYAK PERSIAPAN AKAN MAKIN BURUK HASILNYA

Persiapan itu perlu, tapi hanya seperlunya. Anda bukan akan menghafal. Anda akan berbicara. Anda tentu tidak menginginkan setiap kata akan mendapatkan tepuk tangan. Dan jika Anda memaksa, Anda bisa gila. Apa yang terpenting, adalah Anda menguasai subjeknya. Salah satu cara terbaik, adalah dengan meningkatkan jam terbang Anda.

PRINSIP X: AUDIENCE INGIN ANDA SUKSES

Hampir seluruh audience tahu apa yang Anda rasakan. Mereka juga pasti gugup dan takut jika berbicara publik. Dengan pengetahuan itu, mereka lebih respek kepada Anda yang dengan berani maju ke muka dan tampil bicara. Mereka menghargai Anda, mereka mendukung Anda. Untuk sukses dan berhasil.

Selanjutnya, Anda hanya perlu latihan dan latihan. Ambil kesempatan sebanyak-banyaknya. Maju dan bicaralah!

Empat Langkah Menghentikan panik

Terjemahan bebas materi oleh:
Pati McDermott, CHT

Saat bicara di depan audience, Anda mungkin saja diserang panik yang datang mendadak. Mungkin karena lupa, mungkin karena ada yang mengganggu Anda, atau mungkin karena terjadi begitu saja. Anda terdiam seribu bahasa.

PANIK ITU SOAL BIASA
Banyak sekali orang mengalami serangan panik. Mereka sering mengalaminya. Mereka mencoba menghindari situasi hidup yang menakutkan, dan dalam banyak hal, mereka melakukannya dengan cara yang irasional. Padahal, panik adalah soal biasa. Anda bisa berlatih menghilangkannya, hanya dalam tiga menit!

APA ITU PANIK?
Panik adalah sebuah kondisi di mana adrenalin disemprotkan ke dalam aliran darah Anda. Pesan takut dan kekhawatiran diantarkan lewat signal-signal ke kelenjar keringat, dan mendeklarasikan adanya situasi emergensi.

Kelenjar itu besarnya hanya sebiji kacang kapri. Letaknya persis di atas ginjal Anda. Mereka dipenuhi adrenalin yang - saat disemprotkan ke dalam tubuh Anda - membuat Anda lebih mampu merespon kondisi emergensi. Inilah sisi positifnya, itulah saat di mana Anda punya kemampuan lebih.

Kondisi emergensi itu sendiri, akan memunculkan gejala-gejala fisik yang banyak orang justru salah dalam menginterpretasikannya. Mereka mengira itu adalah serangan jantung atau kondisi fisik serius lainnya. Kesalahan interpretasi inilah yang menyebabkan rasa takut dan khawatir terus berlanjut.

BEGINI CARA KERJANYA
Adrenalin menyebabkan jantung memompa lebih banyak darah. Darah yang mengalir deras ini memompa otot Anda. Positifnya, ini dapat membuat Anda berlari lebih cepat dan membuat tangan Anda lebih kuat. Selain itu, darah juga terpompa lebih deras ke otak. Inilah yang meningkatkan kemampuan Anda untuk lebih baik dalam merespon situasi emergensi.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga menit, sejak otak Anda mendeklarasikan situasi emergensi, sampai seluruh tubuh Anda ter-adrenalisasi dengan lebih banyak darah di kaki, tangan dan otak. Dalam tiga menit itu, jantung Anda berdegup lebih kencang dan berdetak lebih keras. Anda merasakan betapa darah Anda mengalir lebih deras.

Selama kelenjar keringat Anda masih menerima sinyal darurat, alat tubuh itu akan terus memproduksi dan menyemprotkan adrenalin. Saat otak Anda berhenti mengirimkan sinyal darurat, kelenjar keringat Anda akan menghentikan aksinya.

HANYA BUTUH TIGA MENIT UNTUK MENGHENTIKAN PANIK
Tiga menit yang diperlukan untuk merasakan panik, tiga menit juga untuk menghentikannya. Jika Anda menghentikan panik sesegera mungkin, reaksi kepanikan itu hanya akan berlangsung tiga menit saja.

SANGAT SEDERHANA
Menghentikan panik ternyata sangat sederhana. Apa yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan sinyal darurat, sehingga sinyal itu tidak sampai ke kelenjar keringat. Pelajari empat langkah berikut ini, dan panik Anda hanya akan berlangsung tiga menit saja. Sekali Anda memahaminya, Anda tak perlu mengalami panik lagi.

Tulislah empat langkah ini di kartu atau di SMS Anda. Bukalah saat Anda mengalami kepanikan.

LANGKAH PERTAMA: RILEKS
Ambil nafas perlahan dan dalam, sambil mengingat bahwa yang Anda alami hanya gejala kepanikan, dan tidak ada hal lain yang lebih serius untuk  dikhawatirkan. Teruskan proses ini sampai tubuh Anda rileks.

Rileks adalah langkah pertama untuk menghentikan aliran adrenalin.

LANGKAH KEDUA: BERHENTILAH BERPIKIR NEGATIF
Katakan dalam hati dan kepala Anda dengan sangat keras: "Stop!!!" "Teriakan" ini akan menghentikan pesan darurat yang dikirim otak ke kelenjar keringat. Orang yang terjebak dalam kepanikan, adalah orang yang terjebak dalam lingkaran tanpa henti dari komunikasi otak - kelenjar keringat ini. Komunikasi internal yang penuh dengan informasi negatif, penuh dengan informasi tentang bencana.

Menghentikan lingkaran komunikasi ini, memunculkan kesempatan untuk mengganti informasi yang dikandung dengan informasi lain yang lebih menenangkan.

LANGKAH KETIGA: INJEKSIKAN INFORMASI PENENANG
Yaitu pernyataan positif yang setidaknya berbobot sama dengan informasi negatif yang digantikannya.

Contoh:

1. "Oh My God, Gue kena serangan jantung. Mati aku..!"
2. "Stop!!!"
3. "Bah. Ini panik aja. Ini akan segera berakhir dalam tiga menit."

1. "Hii. siapa di belakang Saya? Tengah malam di trotoar sepi begini.
2. "Stop!!!"
3. "Gue udah ratusan kali lewat sini. Itu orang lain yang lewat juga."

1. "Ya Allah, apa lagi yang harus Saya katakan... Saya lupa!"
2. "Stop!!!"
3. "Aku kan udah latihan, ngelotok luar kepala. Nanti juga inget."

Latihlah dengan mencoba berbagai macam komunikasi internal negatif, yang biasa terdengar di kepala Anda saat panik. Latihlah untuk menggantinya dengan berbagai statemen positif yang setara atau lebih tinggi bobotnya.

Note: Jika komunikasi negatif itu mencerminka bahaya yang nyata, mendingan Anda ke dokter aja.

LANGKAH KEEMPAT: TERIMA PERASAAN ANDA
Menerima atau merasakan perasaan sendiri adalah sangat penting. Membiasakan diri menghindarinya, malah akan mengabadikannya.

Mulailah dengan mengindentifikasi, emosi seperti apa yang Anda alami. Hampir semua panik disebabkan oleh rasa khawatir atau takut akan sesuatu.

Identifikasikan dan temukan sebabnya. Mengapa Anda merasakannya?

Validasikan sekali lagi rasa dan penyebabnya. Jika Anda panik sebelum bicara, Anda takut karena itu menakutkan menurut Anda. Jika Anda panik karena lupa, itu hanya karena lupa saja. Tidak lebih. Lupa itu "skalar" bukan "vektor". Ia hanya titik, bukan besaran yang terukur. Untuk sementara ia terhubung menjadi rantai, tapi tetaplah ia rapuh dan mudah patah.

Jika Anda takut serangan jantung, takut itu memang wajar karena setiap orang juga pasti mengalaminya. Jika Anda takut dengan suara langkah kaki di belakang Anda, ketakutan Anda memang beralasan karena Anda khawatir akan bahaya dari orang tak dikenal.

Dalam semua kasus yang terakhir itu, lakukan langkah pencegahan. General checkup misalnya. Berjalanlah di sisi trotoar yang terang-benderang. Berjalanlah dengan tegar dan bukan seperti korban.

Rasa takut dan gugup adalah emosi yang positif. Ia mengingatkan Anda agar Anda take care of yourself. Dengarkan dan rasakan perasaan Anda. Take care. Jagalah emosi agar sesuai proporsi dan situasi. Jaga dengan perspektif dan sudut pandang yang benar.

Berbicara untuk bisa dimengerti

Yakinkan Kata-kata Anda Selalu Bisa Dimengerti
Kellie Fowler
Mind Tools Ltd.

Secara umum, kata-kata yang bisa dimengerti mencakup:

- Jelas
- Telah dipersiapkan
- Hidup dan menyala
- Alamiah
- Ringkas

Persiapan seringkali diremehkan. Faktanya, persiapan adalah hal paling dalam kesuksesan berkomunikasi. Bila mungkin, aturlah waktu bicara di muka, sehingga Anad punya waktu untuk mempersiapkan diri. Dengan memperhatikan pentingnya tahap persiapan, Anda sedang meyakinkan bahwa komunikasi Anda akan lebih efektif dan bisa dimengerti.

TANYAKAN PADA DIRI SENDIRI: WHO? WHAT? HOW? WHEN? WHERE? WHY?
Kepada siapakah Anda berbicara? Apa yang menarik bagi mereka? Apa nilai-nilai yang mereka anut? Apa yang mereka biasa sharing dengan orang lain? Bagaimana keunikan dan kekhasan mereka masing-masing?

Apa yang ingin Anda komunikasikan? Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan bertanya pada diri Anda sendiri tentang "kriteria sukses". Setahu Anda, bagaimana dan kapan Anda berhasil mengkomunikasikan isi kepala Anda?

Bagaimana cara yang terbaik untuk mengkomunikasikan pesan Anda? Bahasa sangat penting di sini, seperti juga tanda-tanda non verbal. Pilihlah kata-kata dan tanda-tanda non verbal dengan melibatkan audience di pikiran Anda. Rencanakan bagian pembuka, isi dan penutup. Jika waktu dan tempat memungkinkan, pertimbangkanlah pemanfaatan alat bantu visual.

Kapan? Timing adalah sangat penting. Kembangkanlah kemampuan timing yang baik, sehingga kontribusi Anda bisa terlihat dan terdengar relevan dengan isu yang Anda bicarakan. Ada waktunya untuk bicara dan ada waktunya untuk diam. Adalah lebih baik diam daripada bernyanyi dengan nada yang fals.

Di mana? Apa yang menjadi konteks fisik dari komunikasi yang Anda bangun? Anda mungkin perlu mengunjungi ruang tempat Anda akan berbicara, dan mungkin saja Anda merasa perlu mengatur kembali kursi-kursi. Ceklah berbagai hal yang berkaitan dengan "availability" dan "visibility". Alat bantu audio atau visual misalnya.

Mengapa? Dalam rangka mengubah "pendengar" menjadi "penyimak", Anda perlu mengetahui mengapakah mereka harus menyimak Anda - dan katakan mengapa jika perlu. Apa yang membuat mereka bersedia menyimak, yang mengimplikasikan bahwa Anda sendiri juga mengetahui mengapa Anda ingin berkomunikasi dengan mereka? Ini berkaitan dengan nilai atau manfaat atau daya tarik dari apa yang akan Anda bicarakan.
Jadilah ringkas dan jelas. Gunakan kata dan kalimat yang pendek.

Berkomunikasi dengan jernih


Tips berkomunikasi dengan jernih

Berbicara adalah berkomunikasi. Berkomunikasi haruslah jernih. Di dalam berkomunikasi, setidaknya ada 10 aspek yang langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada kejernihan komunikasi. 10 aspek itu adalah pengirim, penerima, encoding, decoding, pesan, media, respon, umpan balik, noise dan distorsi.

Kondisi di atas, sama dengan bagaimana Anda berkomunikasi lewat HP Anda. Ini, sama dengan seberapa baik sinyal di HP Anda, seberapa jernih suara yang terdengar dari seberang sana, dan sekaligus juga bagaimana "jernih"nya orang di seberang berbicara.

Agar komunikasi bisa jernih, maka kejernihan di setiap aspek itu harus terjaga dengan baik. Berikut ini adalah hal-hal penting dari beberapa aspek di atas, yang harus terpelihara kejernihannya.

UKURAN INTERAKSI YANG JERNIH
Anda terbilang jernih dalam berkomunikasi, bila audience Anda menunjukkan ciri-ciri:

- Merespon dengan hangat dan penuh perhatian sepanjang sesi;
- Alis mereka bergerak-gerak ke atas;
- Matanya membulat, pupilnya membesar;
- Bersandar dengan nyaman selama Anda bicara;
- Terbuka untuk berkontak mata dengan Anda;
- Mengikuti instruksi Anda dengan akurat;
- Sedikit dalam bertanya untuk klarifikasi;
- Nampak rileks;
- Tersenyum;
- Bahu jatuh;
- Tangan santai.

UKURAN INTERAKSI YANG BELUM JERNIH
Mereka:

- Menghindari kontak mata;
- Memalingkan muka;
- Memicingkan mata;
- Menutup mulut;
- Alisnya turun;
- Membalikkan badan dari Anda;
- Keluar ruangan! Kecuali pipis.

KOMUNIKASI JERNIH: KATA-KATA YANG JERNIH
Minimalisasi kata-kata yang tidak jelas atau terlalu luas maknanya. "Ini", "itu", "mereka", "dan lain-lain", "dan sebagainya", "dia", "kita" dan sebagainya.

Tentu saja, Anda bisa tetap menggunakannya sepanjang Anda telah mendahuluinya dengan sebuah penunjukkan seperti di atas.

Intinya, bicaralah dengan satu bahasa. Gunakan kata ganti atau kata penunjuk yang bersifat umum, jika Anda dan audience Anda sudah TST alias tahu sama tahu.

Don't:
"Itu bagus buat mereka. Menggunakan proses itu akan menciptakan perbedaan."

Do:
"Proses distribusi yang baru itu akan mengurangi biaya setidaknya sampai 12%. Jika Anda mengurangi berbagai formulir, Anda akan mengurangi pemborosan karena paper handling secara dramatis."

KOMUNIKASI JERNIH: LEBIH BANYAK "ANDA" DARIPADA "SAYA"
Jika audience Anda tidak atau kurang mengerti apa yang Anda bicarakan, Anda cenderung akan mengulanginya dengan sudut pandang Anda sendiri: "Maksud Saya...", "Apa yang Saya katakan adalah..."

Ini terlihat logis, tapi jika Anda terlalu banyak menggunakannya, Anda telah melakukan tindakan ofensif dengan merendahkan intelektualitas dan daya tangkap audience Anda.

Lebih baik: Biarkan mereka sendiri yang berinisiatif untuk bertanya. Anda tidak perlu berspekulasi untuk menjelaskan kepada mereka, hanya karena Anda merasa perlu mempertegas sesuatu.

KOMUNIKASI JERNIH: SATU PIKIRAN DALAM SATU KALIMAT
Jangan borong semua pemikiran di dalam satu kalimat. Riset menunjukkan bahwa orang dewasa hanya bisa menangkap sekitar 16 kata saja dari satu kalimat.

Cobalah ini: Satu ide dalam satu kalimat, berhenti, mulai kalimat baru dengan ide baru. Sisipkan jeda (pause) di antar kalimat. Jeda ini sendiri penting agar Anda bisa berpikir, mengedit dan melihat reaksi audience.

KOMUNIKASI JERNIH: TEPAT MEMULAINYA
Waspadai agar Anda tidak terlalu cepat memulai suatu ide, sebelum audience Anda siap mendengarnya. Anda akan membuang waktu berbicara tentang sesuatu yang sangat spesifik, sementara pengertian dasar saja mereka belum tahu. Ini perlunya introduksi alias pengantar. Jika Anda merasa audience Anda sudah selevel dengan Anda, katakan saja "Ini sebagai pengantar dan refreshing buat Anda."

Audience Anda perlu pemanasan dan penyamaan persepsi, atau sekedar refreshment dan pengingat kembali. Matrikulasi kalo di kuliah gitu lho!

Jika sesi bicara Anda adalah kelanjutan dari sesi sebelumnya, review kembali sesi bicara yang lalu dengan beberapa kalimat.

KOMUNIKASI JERNIH: TETAP DI JALUR
- Selesaikan suatu bahasan secara tuntas atau secukupnya sebelum beralih ke soal lain;
- Bertoleransilah terhadap kesunyian;
- Perpendek kalimat-kalimat Anda;
- Gambarkan ide Anda di kepala, buat seperti video, sebelum bicara;
- Gambarkan kata-kata di layar dalam kepala Anda, sebelum Anda mengatakannya;
- Letakkan hal terpenting di awal atau diakhir kalimat;
- Kurangi kecepatan bicara sampai 70% dari kebiasaan Anda berbicara. Ini mungkin perlu latihan. Anda bisa melatihnya dengan "monk talks" seperti dalam tips yang lalu.

Di antara penyebab drifting:

- Pertanyaan yang dijawab dengan luas;
- Topik sampingan yang menarik;
- Permintaan audience untuk membahas sesuatu yang OOT;
- Keinginan Anda sendiri yang tak menyadari OOT;
- Aside yang lupa pulang.

Komunikasi yang jernih bukan APA, tapi BAGAIMANA.